Pertemuan pertama terjadi saat kami masih SMP. Setelah beberapa waktu saling mengenal, pihak laki-laki memutuskan untuk tidak lagi menghubungi pihak perempuan karena ingin fokus pada sekolah. Saat itu ia berkata, “Kalau memang berjodoh, pasti kita akan dipertemukan kembali.”
Setelah bertahun-tahun tidak berhubungan, kami akhirnya dipertemukan kembali pada tanggal 31 Mei 2025 di sebuah tempat. Pada saat itu, pihak laki-laki menyatakan perasaannya dan bertanya kepada pihak perempuan, “Maukah kamu menjadi pacarku?” Namun pihak perempuan menjawab,“Kalau kamu benar-benar serius, datanglah langsung ke orang tuaku.”
Tidak lama kemudian, pada tanggal 4 Juni 2025, keluarga pihak laki-laki datang ke rumah pihak perempuan untuk menyampaikan niat baiknya. Hingga akhirnya, pada tanggal 19 Juni 2025, dilaksanakan prosesi mappettuada sebagai tanda keseriusan dan langkah awal menuju jenjang pernikahan.

