Hari itu menjadi titik awal dari perjalanan indah kami. Dengan niat yang tulus karena Allah, kami dipertemukan melalui ta’aruf. Bukan sekadar pertemuan biasa, tapi sebuah langkah penuh doa, harapan, dan keyakinan bahwa Allah selalu punya cara terbaik untuk mempertemukan dua hati yang saling melengkapi.
Tepat tiga bulan setelah pertemuan pertama, dengan izin Allah dan restu kedua orang tua, kami melangkah ke tahap yang lebih serius. Hari itu, akad nikah pun terucap dengan saksi langit dan bumi. Hanya dengan sekali lafaz, status kami berubah: dari dua orang asing menjadi sepasang suami-istri yang halal, saling menjaga, dan berjanji untuk sehidup semati dalam ridha Allah.
insyaallah Hari yang penuh kebahagiaan. Keluarga, sahabat, dan orang-orang terkasih hadir untuk mendoakan. Senyum, tawa, dan doa mengiringi setiap langkah kami. Resepsi ini bukan hanya perayaan cinta, tapi juga wujud syukur atas perjalanan yang Allah atur dengan begitu indah.
Dari pertemuan yang sederhana, lamaran yang penuh haru, insyaallah hingga resepsi yang penuh doa—kami percaya bahwa cinta yang berlandaskan iman akan selalu diberkahi. Semoga perjalanan ini menjadi awal dari rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah.